Rabu, 20 November 2019 20:11 AEST

POLITIK & EKONOMI

 / LUAR NEGERI

Larangan Cina Untuk Mengimport Plastik Bekas Mengegerkan Banyak Negara

  • Miras
  • 30 April 2019 11:18 AEST
  • 0

Sejak tahun 2018 pemerintah Cina telah melarang importasi sampah plastik bekas dari luar negeri. Ini disebabkan karena Cina sendiri saat ini mengalami kesulitan untuk mengolah sampah plastik dalam negeri mereka sendiri.

Kebijakan Cina tersebut ternyata membuat geger negera negara pengekspor sampah plastik seperti Amerika Serikat, Australia dan Uni Eropa. Mereka kewalahan untuk mencari negara negara baru yang mau menerima sampah plastik mereka.

Saat ini beberapa negara di asia selatan seperti Thailand, Malaysia, Indonesia dan Vietnam menjadi negara alternatif yang mau menerima sampah plastik. Disusul India dan Turki. Thailand sendiri telah meningkatkan kuota import sampah plastik sebanyak 1000 kali lipat. Dan Malaysia mengimport sebanyak 870 ribu ton tahun lalu.

Masalah muncul karena sebagian dari sampah plastik impor tersebut tidak bisa didaur ulang dan berakhir di lahan terbuka. Mereka membakar sampah plastik tersebut dan menyebarkan racun diudara. Hal ini menyebabkan konfik sosial dengan masyarakat sekitar tempat pembuangan.

Von Hernandez, kepala organisasi Break Free From PlasticĀ  atau gerakan bebas plastik, mengatakan bahwa negara negara pengimpor sampah plastik tersebut telah mengubah lingkungan mereka yang dulu bersih sekarang menjadi kotor dan beracun.

Setelah pemerintah Malaysia dan Thailand mengeluarkan aturan untuk mengurangi importasi sampah plastik, aliran sampah tersebut melaju ke Indonesia, India dan Turki.


Kate Lin, seorang aktivis Greenpeace East Asia, mengatakan bahwa sistim pengekspor dan pengimportan sampah plastik ini bersifat predotori. Artinya orang orang yang terlibat dibisnis ini berusaha mengirim sampah mereka ke negara negara yang peraturannya tidak ketat.

Yeo Bin Yin, Mentri Lingkungan Malaysia berpendapat bahwa ada mafia dibelakang ramainya impor sampah plastik ini. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang menfokuskan diri untuk menyidik siapa mafia tersebut.

Semakin banyaknya keluhan dari masyarakat yang hidup disekitar tempat pembuangan sampah plastik, pemerintah setempat semakin giat menyidik dan menutup tempat pengimpor sampah plastik gelap. Hal ini membuat negara negara pengeksporĀ  sampah plastik kewalahan seperti Amerika Serikat dan Australia.


Garth Lamb, direktur Waste Management and Resource Recovery Association of Australia, mengungkapkan bahwa mereka juga merasakan akibat dari penolakan negara negara tersebut untuk menerima sampah mereka. Mereka masih belum menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah sampah plastik ini.





BERITA SERUPA

Arab Saudi Mengeluarkan Izin Menetap Untuk Warga Negara Asing

Arab Saudi Mengeluarkan Izin Menetap Untuk Warga Negara Asing

  • Ahmad
  • Senin, 24 Jun 2019 10:44 AEST
  • 0

Pemerintah Arab Saudi secara resmi membuka peluang bagi warga negara asing untuk menetap, membeli properti dan berbisnis. lihat ...

BERITA TERBARU

Popok Bayi Cerdas Telah Dipasarkan

Popok Bayi Cerdas Telah Dipasarkan

  • Ahmad
  • 23 Juli 2019 AEST
  • 0

P&G telah memasarkan produk popok bayi cerdas yang terkoneksi dengan jaringan nirkabel. lihat ...

Arab Saudi Mengeluarkan Izin Menetap Untuk Warga Negara Asing

  • Ahmad
  • 24 Juni 2019 AEST
  • 0

Pemerintah Arab Saudi secara resmi membuka peluang bagi warga negara asing untuk menetap, membeli properti dan berbisnis. lihat ...

Sydney Vivid 24 Mei - 15 Juni 2019

  • B Supit
  • 26 Mei 2019 AEST
  • 0

Sydney Vivid adalah acara tahunan di kota Sydney, yang melibatkan banyak atraksi cahaya, musik dan kreativitas untuk menyemarakkan kota terpadat penduduknya di Australia. lihat ...

Masuk dengan akun Google atau Twitter anda
atau dengan Email dan kata sandi anda

Email harus diisi.

Show Kata sandi harus diisi.

processing

{{signinErrorMessage}}

Lupa Kata Sandi Anda?

Close
Registrasi dengan akun Google dan Twitter anda
atau registrasi Nama, Email dan kata sandi anda

Nama harus diisi.

Email harus diisi.

Show Kata sandi harus diisi.

processing

{{signinErrorMessage}}

Keluar

Lupa kata sandi anda? Masukan email anda, klik KIRIM dan sistem kami akan mengirimkan link ubah kata sandi ke email anda.

Email harus diisi.

{{resetErrorMessage}}

Kembali

Close